Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang melawan Iran belum berakhir karena Teheran masih memiliki persediaan uranium yang diperkaya, yang menurutnya harus disingkirkan.
Dalam wawancara dengan CBS News yang ditayangkan Minggu waktu setempat, Netanyahu mengatakan operasi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memberikan hasil besar, tetapi target utama terkait program nuklir Teheran belum sepenuhnya tercapai.
“Saya pikir operasi itu telah mencapai banyak hal. Tetapi ini belum berakhir karena masih ada material nuklir, uranium yang diperkaya, yang harus dikeluarkan dari Iran,” kata Netanyahu kepada koresponden utama CBS di Washington, Major Garrett.
Saat ditanya apakah uranium tersebut akan disingkirkan melalui kekuatan militer, Netanyahu menolak membahas rencana militer Israel.
“Anda akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada saya. Saya akan menghindarinya karena saya tidak akan membicarakan kemungkinan militer kami, rencana kami, atau hal-hal semacam itu,” ujarnya.
Netanyahu mengatakan tujuan kampanye AS-Israel terhadap Iran mencakup pembongkaran infrastruktur pengayaan uranium serta mencegah Teheran membangun kembali jaringan rudal dan kelompok proksi.
“Masih ada lokasi pengayaan uranium yang harus dibongkar,” katanya, seraya menambahkan kemampuan Iran telah sangat dilemahkan tetapi belum sepenuhnya dihilangkan.
Ia juga mengatakan jika tercapai kesepakatan, maka stok uranium Iran yang diperkaya harus diambil.
“Jika ada perjanjian, Anda masuk dan mengambilnya,” kata Netanyahu, merujuk pada stok uranium Iran yang diperkaya, namun kembali menolak membahas kemungkinan tindakan militer.
“Saya tidak akan membicarakan cara-cara militer, tetapi apa yang dikatakan Presiden (AS Donald) Trump kepada saya adalah, ‘Saya ingin masuk ke sana,’” ujarnya.
“Saya tidak akan memberikan tenggat waktunya, tetapi saya akan mengatakan bahwa ini adalah isu yang sangat penting,” tambahnya.
Pada Sabtu, media Israel melaporkan Trump meyakinkan Netanyahu bahwa Washington tidak akan memberikan konsesi terkait stok uranium Iran di tengah penantian Tel Aviv terhadap langkah berikutnya AS terhadap Teheran.
Channel 13 Israel, mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan Israel “terus menunggu dan mengantisipasi” keputusan Trump terkait Iran.
Sementara itu, Iran pada Minggu dini hari mengirimkan tanggapan terhadap proposal perdamaian terbaru AS melalui mediator Pakistan, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.
Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan proposal balasan Teheran meminta kompensasi dari AS dan menegaskan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Laporan itu juga menyebut Iran menuntut penghentian sanksi dan pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Teheran menolak proposal AS karena dianggap mengharuskan Iran tunduk pada “tuntutan berlebihan” Trump, menurut laporan tersebut.
Tanggapan Iran juga menekankan “hak-hak fundamental bangsa Iran”.
Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, serta penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu agar upaya diplomatik tetap berlanjut.
Dalam wawancara itu, Netanyahu juga mengatakan dirinya ingin Israel secara bertahap mengakhiri ketergantungan terhadap bantuan militer AS.
“Saya ingin mengurangi hingga nol dukungan finansial Amerika, komponen finansial dari kerja sama militer yang kami miliki. Karena kami menerima 3,8 miliar dolar AS per tahun,” katanya.
“Saya pikir sudah waktunya bagi kami untuk melepaskan diri dari sisa dukungan militer dan beralih dari bantuan menjadi kemitraan. Saya mengatakan mari kita mulai sekarang dan melakukannya selama dekade berikutnya, selama 10 tahun ke depan, dan beralih dari bantuan menjadi kemitraan,” lanjutnya.
Netanyahu mengatakan Israel memiliki ekonomi yang berkembang pesat dan menyoroti kerja sama ekonomi di bidang energi, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi kuantum.
Ia juga menuduh China memberikan dukungan tertentu kepada Iran dalam komponen produksi rudal.
“Kami ingin menyingkirkan ancaman itu terhadap komunitas dan kota-kota kami,” katanya.
Netanyahu turut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menurunnya dukungan terhadap Israel di Amerika Serikat.
“Kami telah melihat penurunan dukungan terhadap Israel di Amerika Serikat,” ujarnya.
“Kami memiliki beberapa negara yang pada dasarnya memanipulasi media sosial. Mereka melakukannya dengan cara yang cerdas. Dan itu sangat merugikan kami.”
news_share_descriptionsubscription_contact


