Maria Elisa Hospita
07 Februari 2019•Update: 07 Februari 2019
Adil Essabiti
TUNIS
Serikat buruh terbesar Tunisia pada Kamis menyepakati sebuah kesepakatan awal dengan pemerintah untuk meningkatkan gaji sektor publik.
Dalam draf kesepakatan itu, serikat mendesak kenaikan gaji bagi lebih dari 650.000 pegawai negeri sipil.
Seorang sumber dari Serikat Buruh Umum Tunisia (UGGT) mengungkapkan bahwa draf tersebut kini tengah dirujuk ke UGGT untuk persetujuan.
Perjanjian tersebut akhirnya lahir setelah negosiasi antara UGGT dan pemerintah berlangsung selama berbulan-bulan.
Bulan lalu, serikat buruh mengancam akan mengadakan aksi mogok kerja selama dua hari, yaitu 20 dan 21 Februari.
Pada 17 Januari, ribuan pegawai negeri Tunisia mogok kerja untuk menuntut upah yang lebih tinggi. Namun, aksi itu gagal membujuk pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka.
Sejak pemberontakan warga pada 2011, negara itu mengalami sedikitnya tiga aksi mogok besar-besaran untuk memprotes kondisi ekonomi yang buruk.