Maria Elisa Hospita
07 Februari 2019•Update: 07 Februari 2019
Ali H. M.Abo Rezeg
KHARTOUM
Presiden Sudan Omar al-Bashir telah berjanji untuk membebaskan semua jurnalis yang ditahan oleh pasukan keamanan Sudan sejak pertengahan Desember, ketika gelombang protes meletus di seluruh penjuru negeri.
Menurut Kantor Berita Sudan resmi, al-Bashir juga bertekad menyelesaikan "semua masalah yang berkaitan dengan pers dan media".
Dia bahkan menyatakan kesiapannya untuk meringankan beban pajak pada sektor media domestik.
Jaringan Jurnalis Sudan mengungkapkan bahwa sejak aksi protes meletus di Sudan pada 19 Desember, 13 wartawan telah ditangkap atau diinterogasi oleh dinas keamanan.
Salah satu wartawan, Adam Mahdi, bahkan divonis hukuman penjara selama tiga bulan.
Para pejabat Sudan mengatakan sekitar 31 orang telah tewas dalam aksi protes, meskipun pihak oposisi memperkirakan jumlahnya mencapai 50 orang.
Bulan lalu, al-Bashir - yang berkuasa sejak 1989 - berjanji untuk melakukan reformasi ekonomi.
Sudan, yang berpenduduk 40 juta jiwa telah berjuang untuk pulih setelah kehilangan tiga perempat dari produksi minyaknya pada 2011, yaitu saat Sudan Selatan memisahkan diri.