Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 Agustus 2020•Update: 25 Agustus 2020
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Delegasi Taliban Afghanistan tiba di Pakistan untuk membahas proses perdamaian yang sedang berlangsung dengan para pemimpin Pakistan menjelang dialog intra-Afghanistan pada Minggu.
"Delegasi tingkat tinggi Imarah Islam [Taliban] yang dipimpin oleh wakil kepala politik, Mullah Abdul Ghani Baradar, telah berangkat ke Pakistan atas undangan Kementerian Luar Negeri negara itu untuk membahas perkembangan terbaru tentang proses perdamaian, keadaan pengungsi Afghanistan di Pakistan, perjalanan [lintas batas] dan perdagangan antara dua tetangga," kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen melalui Twitter.
Shaheen tidak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk soal pemimpin Pakistan mana yang akan ditemui delegasi Taliban dan durasi kunjungan.
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan kepada Anadolu Agency tanpa menyebut nama bahwa delegasi Taliban diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan kepemimpinan sipil dan militer Pakistan pada Senin.
Perkembangan itu terjadi beberapa hari setelah pemerintah Afghanistan membebaskan sekitar 80 tokoh penting Taliban untuk membuka jalan bagi pembicaraan damai langsung.
Langkah itu merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan, menyusul perjanjian perdamaian penting antara AS dan Taliban di ibu kota Qatar, Doha, pada Februari tahun ini.
Afghanistan sejauh ini telah membebaskan 4.600 tahanan Taliban, tidak termasuk 500 tahanan yang tidak ada dalam daftar Taliban.
Pada Desember 2018, Pakistan mengadakan pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara Washington dan Taliban, membuka jalan bagi penyelesaian konflik melalui negosiasi.
Pakistan juga memfasilitasi putaran pertama pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di Islamabad pada Juli 2015.
Proses itu terhenti setelah Taliban mengumumkan kematian pemimpin lama mereka Mullah Omar, yang memicu perebutan kekuasaan internal.
Proses perdamaian semakin terhambat karena pembunuhan penerus Omer, Mullah Akhtar Mansoor, dalam serangan pesawat tanpa awak AS di perbatasan Pakistan-Afghanistan pada 2016.