Can Efesoy, Esra Tekin
18 Oktober 2026•Update: 18 Oktober 2026
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan memuji visi kuat Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi dalam mempererat hubungan bilateral dengan Ankara, menyusul pertemuan keduanya di Baghdad pada Sabtu kemarin.
"Al-Zaidi memiliki visi yang sangat kuat untuk memajukan hubungan dengan Turkiye. Kami juga melihat dampak positif dan konstruktif dari visi tersebut dalam kebijakan Irak," kata Fidan kepada wartawan.
Keduanya bertemu di sela-sela Sidang ke-52 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Baghdad.
Fidan mengatakan Al-Zaidi menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan hubungan bilateral sekaligus mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Irak.
Menurut Fidan, pembicaraan dengan para pejabat Irak mencakup kerja sama energi, konektivitas, Proyek Jalan Pembangunan (Development Road Project), keamanan dan pertahanan, pemberantasan terorisme, serta situasi di Sinjar.
Dia kembali menegaskan dukungan Turkiye terhadap kebijakan konstruktif pemerintah Irak dan mengatakan kedua negara memiliki visi bersama untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Fidan menambahkan bahwa Ankara akan berkontribusi dalam mengatasi berbagai kesulitan yang berakar dari peristiwa masa lalu dan secara khusus berdampak terhadap masyarakat Irak.
"Mudah-mudahan berbagai persoalan lain di kawasan juga dapat diselesaikan melalui dialog dan cara-cara damai dalam waktu dekat, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi Irak dan membantu kawasan bergerak menuju situasi yang lebih damai," ujarnya.
Pertemuan OKI bahas Palestina dan tantangan kawasan
Fidan mengatakan dirinya juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty sebelum pertemuan tingkat menteri OKI berlangsung.
Dia menyebut Turkiye telah menyerahkan kepemimpinan bergilir Dewan Menteri Luar Negeri OKI kepada Irak setelah menjabat selama 18 bulan.
"Dalam pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri OKI, berbagai persoalan yang sangat penting bagi dunia Islam, khususnya masalah Palestina, dikaji dan dibahas secara mendalam," kata Fidan.
Dia menambahkan bahwa pembahasan juga berfokus pada berbagai tantangan bersama yang dihadapi dunia Islam.
Fidan turut bertemu dengan Presiden Irak Nizar Amedi, menyampaikan salam dari Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, serta mengucapkan selamat atas pengangkatannya sebagai presiden.
"Ini merupakan pertemuan tatap muka pertama kami sejak dia menduduki jabatan barunya. Dia adalah seorang negarawan yang sudah kami kenal sebelumnya," ujar Fidan.
Kerja sama keamanan dan perkembangan regional
Fidan mengatakan dirinya membahas situasi politik Irak dan perkembangan regional bersama Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein.
Dia juga bertemu dengan Ketua Komisi Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Falih al-Fayyad, yang menurutnya telah menjalin hubungan dengannya sejak Fidan bertugas di Organisasi Intelijen Nasional Turkiye.
Pembicaraan keduanya mencakup Pasukan Mobilisasi Populer, perkembangan regional, langkah-langkah pelucutan senjata sejumlah kelompok bersenjata di Irak, serta kerja sama keamanan bilateral.
Fidan juga menyampaikan salam Erdogan kepada Ketua Parlemen Irak Haibat al-Halbusi dan membahas sejumlah persoalan terkait parlemen.
Sementara itu, pertemuannya dengan Penasihat Keamanan Nasional Irak Qasim al-Abboudi berfokus pada kerja sama keamanan dan dampaknya terhadap situasi regional.
Peran komunitas Turkmen Irak menjadi perhatian
Fidan juga bertemu dengan Menteri Negara Irak sekaligus Ketua Front Turkmen Irak Mehmet Seman Agaoglu dan menyampaikan ucapan selamat atas pengangkatannya.
Dia mengatakan Turkiye telah lama mengikuti berbagai tantangan yang dihadapi komunitas Turkmen di Irak.
Menurut Fidan, penyelesaian persoalan komunitas tersebut membutuhkan kemajuan dalam mengatasi berbagai masalah politik dan sosial yang lebih luas di Irak.
"Mereka adalah warga negara Irak yang setia. Mereka juga memiliki kesadaran yang sangat tinggi untuk mempertahankan identitas mereka sendiri, dan itulah yang kami inginkan," kata Fidan.
Dia menegaskan bahwa komunitas Turkmen secara konsisten memainkan peran konstruktif dalam kehidupan sosial dan politik Irak.
"Turkiye dan Irak adalah dua negara bersaudara yang saling terhubung secara geografis, budaya, dan sejarah," ujar Fidan.
Dia menyerukan pembentukan kerangka kerja sama bilateral yang lebih terlembaga agar dapat melayani kepentingan kedua negara.