İqbal Musyaffa
17 Mei 2019•Update: 20 Mei 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan inflasi selama bulan Ramadan tahun ini masih terkendali dan cenderung lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan berdasarkan survei pemantauan harga minggu ketiga, inflasi bulanan (month to month) di Mei diperkirakan 0,51 persen, dan 3,14 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
“Kalau dilihat dari historis pada bulan Ramadan, inflasi kali ini lebih rendah dari pola tahunannya yang biasanya mencapai hampir 1 persen month to month,” kata Perry di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan memang ada beberapa komoditas yang tercatat mengalami inflasi atau kenaikan harga seperti cabai merah, bawang putih, daging ayam, telur, dan cabai rawit.
Tetapi, juga ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi seperti bawang merah, beras, dan tomat sayur.
Selain itu, Perry mengatakan inflasi juga masih terjadi pada tarif angkutan udara sebesar 1,04 persen pada minggu ketiga Mei.
Akan tetapi, inflasi tersebut lebih rendah dari inflasi pada April yang sebesar 2,27 persen.
“Perlu ditegaskan lagi, inflasi angkutan udara sumbangannya pada inflasi keseluruhan sangat kecil,” jelas Perry.
Dia juga menegaskan bahwa BI terus berkoordinasi dengan pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi di pusat maupun daerah untuk mengendalikan harga dan inflasi.
“Kami sudah instruksikan kantor perwakilan di daerah untuk memperkuat koordinasi dengan pemda dan mitra kerja masing-masing,” jelas dia.
Perry juga mengatakan telah meminta kantor perwakilan untuk menyediakan uang layak edar termasuk pecahan kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menukarkan uang selama Ramadan dan menjelang Idulfitri ini.