Pızaro Gozalı Idrus
20 Januari 2020•Update: 20 Januari 2020
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berharap tahun 2020, yang merupakan 'Tahun Kebudayaan dan Pariwisata' Malaysia dan China, akan meningkatkan persahabatan kedua negara secara signifikan, lansir Bernama pada Senin.
Mahathir mencatat hubungan antara kedua negara berakar sejak abad ke-15 sejak era Kesultanan Malaka dan dinasti Ming.
Bahkan, Mahathir mengatakan Malaysia dan China adalah negara pertama di kawasan yang menjalin hubungan diplomatik.
"Pada 2018, Perdana Menteri Li Keqiang dan saya berpendapat bahwa ini adalah saat yang tepat untuk merayakan hubungan dekat yang dinikmati oleh kedua negara dan untuk fokus pada people-to-people exchanges melalui budaya dan pariwisata," kata Mahathir dalam pidatonya selama upacara pembukaan Tahun Budaya dan Pariwisata Malaysia-China 2020 di Kuala Lumpur.
Pidato Mahathir dibacakan oleh Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Mohamaddin Ketapi.
Mahathir berkata seperti halnya budaya kedua negara yang terikat, ekonomi Malaysia-China juga meningkat.
Sebagai catatan, kata Mahathir, pada tahun 1974, perdagangan Malaysia-China tercatat USD159 juta, meningkat hampir 700 kali lipat menjadi USD108 miliar pada 2018.
Mahathir juga senang mencatat bahwa inisiatif budaya dan pariwisata yang diluncurkan kemarin, bertepatan dengan kampanye Visit Malaysia 2020.
Mahathir menekankan aspek multiras Malaysia menjadikan negaranya sebagai wadah percampuran budaya.
“Kami bangga dengan keanekaragaman kami dan kami percaya bahwa apa yang kami miliki adalah tampilan signifikan multi-budaya yang telah bekerja dan membantu kami berkembang ”.
Sementara itu, Perdana Menteri China Li Keqiang menyatakan harapan bahwa Tahun Kebudayaan dan Pariwisata Malaysia-China 2020 akan menjadi platform bagi kedua negara untuk memperluas pertukaran budaya dan kerja sama pariwisata.
"Kami berharap kami dapat melanjutkan persahabatan tradisional kami berdasarkan saling pengertian yang meningkat dan meletakkan dasar sosial yang kuat untuk kemitraan strategis komprehensif China-Malaysia," kata Li dalam pidato yang dibacakan Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China, Zhang Xu.