Chandni
17 Mei 2018•Update: 17 Mei 2018
Maecy Alviar
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Filipina pada Rabu mencabut larangan pengiriman pekerja migran ke Kuwait, yang menandai berakhirnya pertikaian diplomatik panas dengan negara tersebut.
"Presiden Rodrigo Roa Duterte malam ini menginstruksikan Sekretaris Silvestre Bello untuk mencabut total larangan pengiriman pekerja Filipina ke Kuwait," kata juru bicara kepresidenan Harry Roque dalam sebuah pernyataan.
Duterte mengambil keputusan itu setelah Utusan Khusus baru Filipina untuk Kuwait, Abdullah Mama-o, menyarankan pencabutan larangan tersebut, menyusul pertemuan di mana kedua negara menandatangani nota perjanjian untuk melindungi pekerja Filipina di Kuwait dan sebagai tanggapan terhadap ketulusan dan komitmen pemimpin Kuwait.
"Saya melihat ketulusan dan komitmen para pemimpin Kuwait untuk melindungi dan menegakkan persyaratan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh pemerintah kami dan negara Kuwait," kata Mama-o kepada ABS-CBN News.
Larangan itu diberlakukan Februari lalu, setelah serangkaian kematian pekerja Filipina di Kuwait.
Hubungan antara Filipina dan Kuwait semakin memburuk ketika Kuwait mengusir utusan Filipina karena merilis video misi penyelamatan beberapa pekerja Filipina yang teraniaya, yang dianggap pemerintah Kuwait sebagai pelanggaran kedaulatan mereka.
Sekretaris Buruh Bello mengatakan pencabutan larangan ini berlaku bagi pekerja profesional serta pekerja rumah tangga.
Sekitar 260.000 warga Filipina menetap dan bekerja di Kuwait, dan lebih dari setengahnya adalah pembantu rumah tangga, menurut data pemerintah.