Erric Permana
13 September 2021•Update: 13 September 2021
JAKARTA
Pengamat Keamanan dan Pertahanan dari Marapi Advisory and Consulting Beni Sukadis menilai kabar mengenai bobolnya sistem jaringan sejumlah lembaga termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) oleh hacker yang berasal dari China merupakan insiden memalukan bagi Indonesia.
Beni menilai sistem keamanan siber Indonesia masih memiliki celah dan kelemahan sehingga bisa ditembus oleh hacker tersebut.
“Tentu tidak wajar di tengah kampanye dan klaim pemerintah soal beradaptasi dalam era teknologi 4.0,” ujar Beni pada Senin.
Menurut Beni, seharusnya pemerintah memiliki sistem pengamanan yang berlapis agar tidak mudah ditembus.
Dia meminta pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran keamanan siber secara menyeluruh.
“Tentu saja merugikan bagi keamanan nasional, karena kita tidak tahu informasi dan data strategis apa saja yang telah diambil oleh si pembobol siber,” jelas Beni.
“Terutama informasi atau data milik BIN, karena sifatnya sangat rahasia,” tambah dia.
Berdasarkan laporan Insikt Group yang merupakan perusahaan teknologi keamanan dan intelijen bermarkas di Barcelona, Spanyol menyebut hacker asal China berhasil masuk ke dalam jaringan internal sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia.
Bahkan menurut laporan itu, hacker China yang bernama Mustang Panda berhasil masuk ke dalam komputer milik Badan Intelijen Negara (BIN).
Insikt Group mengklaim telah memberikan informasi mengenai ancaman itu kepada Pemerintah Indonesia, namun tidak direspons.