Sarah binti Haironnine, Riyaz ul Khaliq
02 September 2026•Update: 02 September 2026
China pada Rabu meminta Amerika Serikat (AS) dan anggota G20 lainnya menjunjung prinsip “konsultasi yang setara” setelah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral kelompok tersebut berakhir tanpa komunike bersama akibat kegagalan mencapai konsensus.
Beijing menyatakan “penyesalan mendalam” atas tidak tercapainya kesepakatan dalam pertemuan tersebut.
“China telah secara aktif dan konstruktif berpartisipasi dalam diskusi di seluruh jalur G20 sejak AS mengambil alih presidensi bergilir kelompok tersebut untuk 2026, dengan berupaya mendorong hasil-hasil konkret,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun kepada wartawan di Beijing, menurut Global Times yang dikelola pemerintah.
Guo mengatakan G20, sebagai platform utama kerja sama ekonomi internasional, “harus melakukan koordinasi mengenai isu-isu ekonomi global utama secara objektif, adil, dan seimbang berdasarkan konsultasi dan partisipasi yang setara.”
“China berharap AS, sebagai pemegang presidensi, dan seluruh anggota akan mengikuti prinsip-prinsip tersebut, menghormati kekhawatiran yang sah dari semua pihak, dan bekerja untuk mencapai hasil positif” pada KTT Pemimpin G20 di Miami, kata Guo.
China keberatan dengan sejumlah poin
AS saat ini memegang presidensi kelompok 20 ekonomi terbesar dunia tersebut dan menjadi tuan rumah pertemuan di Asheville, North Carolina, pekan ini.
Menurut Departemen Keuangan AS, China keberatan dengan sejumlah poin dalam pernyataan yang dikeluarkan AS selaku ketua G20 pada Selasa setelah pertemuan dua hari tersebut.
Pernyataan itu menyebut perekonomian global “tetap tangguh dalam menghadapi berbagai guncangan, termasuk perang dan konflik yang masih berlangsung.”
Namun, pernyataan tersebut juga mengatakan, “Kami sepakat bahwa negara-negara harus mengambil langkah untuk menghapus kebijakan dan praktik nonpasar yang memperburuk ketidakseimbangan.”
Menurut Financial Times yang berbasis di Inggris, Beijing dilaporkan memiliki perbedaan pandangan mengenai penggunaan istilah “ketidakseimbangan” serta “kebijakan nonpasar.”
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menggambarkan pertemuan dua hari di Asheville sebagai forum yang menghasilkan “pembicaraan yang sangat produktif dan positif.”
Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, untuk pertama kalinya sejak Rusia melancarkan apa yang disebutnya sebagai “operasi militer khusus” terhadap Ukraina pada 2022.