Maria Elisa Hospita
03 September 2020•Update: 04 September 2020
Faruk Zorlu
ANKARA
Turki sedang berjuang melalui puncak kedua gelombang pertama Covid-19.
Dalam konferensi pers pada Rabu, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan sebanyak 29.865 tenaga kesehatan terpapar Covid-19, dan 52 di antaranya meninggal dunia.
Dalam 24 jam terakhir, 1.596 kasus baru dilaporkan di Turki, sehingga total kasus kini mencapai 273.301.
Koca juga mengatakan 947 lebih pasien sudah dinyatakan sembuh yang menambah jumlah pasien pulih menjadi 246.876.
Selain itu, sedikitnya 45 kematian juga dicatat dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 6.462 jiwa.
Sejauh ini Turki telah menjalankan lebih dari 7,35 juta tes.
Menurut Koca, Ankara mencatat jumlah kasus Covid-19 tertinggi, atau dua kali lebih banyak dari Istanbul.
Di seluruh dunia, Covid-19 telah merenggut 858.661 nyawa di 188 negara dan wilayah sejak Desember lalu.
Amerika Serikat, Brasil, India, dan Rusia saat ini adalah negara yang paling terkena dampak pandemi ini.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University, lebih dari 25,83 juta kasus Covid-19 dilaporkan di seluruh dunia, dan 17,12 juta di antaranya telah pulih.