Muhammad Nazarudin Latief
26 April 2020•Update: 27 April 2020
Mehmet Sah Yilmaz, Ali Korkmaz, Gokhan Yilmaz dan Behcet Alkan
ANKARA / IZMIR / ISTANBUL Turki
Turki memulangkan lagi 506 warga negaranya dari empat negara Afrika sebagai bagian dari “pemulangan Ramadan” di tengah wabah Covid-19.
Dalam penerbangan khusus Turkish Airlines, 207 warga negara Turki dari Somalia dan Djibouti tiba di Bandara Nevsehir-Kapadokya, Turki.
Setelah pemeriksaan kesehatan, mereka dikirim ke Provinsi Nevsehir dan Nigde untuk menjalani karantina.
Sebanyak 133 warga dan 10 warga Makedonia Utara kembali dari Nigeria dan Ghana dengan penerbangan khusus Turkish Airlines juga tiba di Provinsi Aegean Izmir.
Setelah pemeriksaan kesehatan, mereka diangkut ke Provinsi Aegean Aydin untuk dikarantina selama dua minggu di asrama.
Selain itu 166 warga Turki mendarat di Istanbul dari Senegal dan Mauritania, mereka dikirim ke Provinsi Duzce barat laut untuk karantina.
Turki sejauh ini telah memulangkan lebih dari 60.000 warga dari luar negeri, kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dalam sebuah tweet.
Wakil Menteri Luar Negeri Yavuz Selim Kiran mengatakan Kamis malam bahwa Turki membawa 1.411 warga dari Amerika Serikat, Djibouti, Ethiopia, Ghana, Mauritania, Nigeria, Senegal dan Somalia.
Covid-19 pertama kali menjangkit di China Desember lalu dan kini telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah. Eropa dan AS saat ini merupakan wilayah yang paling parah dilanda wabah ini.
Pandemi telah menewaskan lebih dari 203.000 di seluruh dunia, dengan total infeksi mendekati 2,9 juta. Sementara itu lebih dari 822.600 pasien pulih, menurut angka yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University.
Ditulis oleh Burak Bir dan Firdevs Bulut di Ankara.