Nicky Aulia Widadio
26 Februari 2020•Update: 27 Februari 2020
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan lima orang tewas dan tiga orang hilang akibat banjir di Jabodetabek pada Selasa.
Kepala Pusat Data, Humas dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan beberapa di antaranya meninggal akibat sakit serta tersengat listrik saat banjir.
Korban meninggal merupakan warga Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Tangerang dan Tangerang Selatan.
Agus menuturkan tim gabungan juga masih mencari tiga orang korban yang hilang akibat banjir.
Selain itu, sebanyak 19.901 orang warga mengungsi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Mereka tersebar di 89 pos pengungsian.
Sementara jumlah orang yang terdampak banjir mencapai 74.452 orang.
“Warga (yang mengungsi) berasal dari 214 kelurahan dan desa dengan jumlah terdampak tertinggi di Jakarta Timur,” kata Agus melalui siaran pers, Rabu.
Ketinggian air di wilayah terdampak berkisar 5-100 sentimeter, sedangkan di Jakarta Timur di beberapa titik genangan masih mencapai 100 sentimeter.
Sebelumnya, BPBD mengatakan banjir terjadi akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta sejak Senin malam hingga Selasa pagi.
Curah hujan tertinggi yang terukur oleh stasiun Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yakni sebesar 278 milimeter per hari di Stasiun Meteorologi Kemayoran.
Curah hujan ekstrem juga tercatat sebesar 250 milimeter per hari di Pulo Gadung, 245 milimeter per hari di Pulomas, 209 milimeter per hari di Manggarai, dan 205 milimeter per hari di Halim Perdana Kusuma.
BMKG juga masih meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir akibat cuaca ekstrem hingga 2 Maret 2020.